Liburan ke Eropa sering dianggap mahal, terutama masalah biaya makanan. Namun, dengan mengetahui beberapa tips, Anda dapat tetap menikmati makanan yang enak tanpa menguras biaya.
Berikut adalah tips untuk mencari makanan murah di Eropa yang dapat dicoba :
1. Cari Tempat Makan di Luar Kawasan Wisata
Harga makanan biasanya meningkat dua hingga tiga kali lipat jika makan di dekat objek wisata. Maka cobalah mencari tempat makan yang jauh dari kawasan wisata seperti di dalam jalan kecil atau gang. Restoran yang jauh dari titik-titik wisata umumnya lebih terjangkau dan menawarkan rasa makanan yang lebih autentik.
2. Bertanya Mengenai Rekomendasi Makanan dari Penduduk Lokal.
Penduduk lokal mengetahui tempat makan yang lezat dan ramah di kantong. Anda dapat meminta saran dari pengemudi taksi, staf hotel, atau bahkan orang yang Anda temui di jalan. Restoran yang mereka rekomendasikan biasanya harganya lebih masuk akal.
3. Mencari Makanan Sesuai Musim
Di Eropa, harga bahan makanan berubah tergantung musim. Jika memilih menu yang sedang musim, harganya akan lebih murah karena ketersediaan stok yang melimpah. Contohnya:
- Sup Labu Saat Musim Gugur
Hidangan hangat dari labu mudah didapat di musim ini yaitu pada bulan September-November. Harganya murah sekitar 5-8 euro dengan labu melimpah, dan rasanya creamy serta sehat. Cari di restoran lokal atau bisa membuat sendiri di hotel.
- Stroberi Atau Salad Segar Saat Musim Panas.
Buah stroberi manis dan salad hijau segar tersedia banyak pada bulan Juni-Agustus. Harganya turun hingga 50% karena panen lokal. Bisa Dibeli di pasar petani untuk rasa terbaik dan hemat 2-4 euro per porsi.
4. Mencari Makanan Khas Daerah
Setiap kota memiliki makanan tradisional yang biasanya dijual dengan harga terjangkau karena bahan dan cara memasaknya sudah umum. Anda bisa mencari di toko roti, kios kecil, atau pasar lokal karena lebih murah dibandingkan restoran mewah.
Contohnya:
- Baguette di Prancis : Roti panjang yang bisa diisi dengan keju, ham, atau salad. Harganya 1-3 euro di boulangerie (toko roti). Lebih autentik dan murah daripada croissant mahal di kafe turis.
- Wurst (sosis) di Jerman : Sosis panggang atau rebus, sering disajikan dengan mustard dan roti. Harganya 3-5 euro di kios jalanan. Cemilan ini populer di festival atau pasar.
- Pasta sederhana di Italia : Seperti spaghetti aglio e olio atau carbonara. Harganya 8-12 euro di trattoria kecil. Lebih murah daripada pasta mahal di restoran wisata.
- Tortilla española di Spanyol : Omlet kentang gurih, dijual sebagai tapas (makanan ringan). Harganya sekitar 4-7 euro di bar lokal. Cocok untuk makan siang ringan atau camilan.
5. Manfaatkan Menu Diskon di Jam Tertentu
Jika Anda ingin hemat dan mencari makanan dengan harga terjangkau, cobalah menu spesial di jam-jam tertentu. Biasanya, menu makan siang (lunch deal) harganya jauh lebih murah dibanding makan malam. Misalnya, makan malam di restoran bisa habis sekitar 20-30 euro (Rp300.000-Rp500.000), sedangkan menu makan siang ini biasanya hanya 10-15 euro (Rp160.000-Rp250.000).
Jam makan siang di Eropa biasanya sekitar pukul 12.00-14.00. Selain itu, restoran tertentu juga memberikan diskon ekstra jika kamu makan di luar jam sibuk, seperti sebelum pukul 18.00 untuk makan malam.